Friday, 2 November 2012

Momake Mungkin Jadi Budaya

Apakah anda mengetahui tentang momake? kalau anda orang Manado anda pasti sudah mengetahuinya. Momake sama dengan "makian" tetapi kalau momake artinya kata-kata manado yang jorok atau tidak sopan sehingga membuat orang lain tersinggung (contohnya : pem**, cu**, pe***, dan lainnya). Tapi yang saya (penulis) akan bahas sekarang, "Momake mungkin akan jadi Budaya" kenapa ini dibahas? karena selain membuat orang tersinggung, momake juga dapat mempererat keakraban (tetapi antar orang manado, yang sering berbicara logat manado).

Di kalangan anak muda Manado, momake sudah menjadi kata sapaan, kata yang setiap hari harus diucapkan (kalau tidak diucapkan sangat sulit), pokoknya saya (penulis) sebagai anak muda manado selalu mendengar kata-kata momake setiap hari yang keluar dari mulut anak muda manado.

Mungkin anda penasaran bagaimana cara menyapa dengan kata-kata momake, begini contohnya |Alo : ihh, pem** dang ngana Ungke, so sukses ngana skarang noh mantap kawan | Ungke : hahah, biasa jo kwa kawan. wkwkwk| Coba simak baik-baik percakapan singkat di atas, biarpun Alo mengeluarkan kata momake atau "makian" tetapi Ungke merasa itu hanyalah sebuah kata yang membuat mereka akrab. Kasus ini sudah sangat sering terjadi antar anak-anak muda di manado.

Nah, bagaimana jika dari sekarang anak-anak muda di Manado setiap hari berbicara dengan kata-kata momake? mungkin ini akan menjadi budaya atau tradisi yang akan berkelnjutan ke generasi berikut. Jadi, marilah kita orang Manado (penulis juga orang Manado) stop momake dari sekarang, walaupun dapat mempererat keakraban tetapi ini sangat tidak baik jika berkelanjutan ke generasi kita berikut.

No comments:

Post a Comment